Mencari Perasaan Nyaman dengan Makanan? Awas Kecanduan!

Tahukah Mams, bahwa terdapat kesamaan antara orang-orang yang kecanduan narkoba dengan orang-orang yang secara kronis makan berlebihan. Hal itu diungkapkan oleh Richard Taite dalam tulisannya di laman Psychologytoday.com yang dipublikasikan pada Juli 2014, mengenai studi khusus untuk orang-orang yang berjuang menurunkan beran badan dan kecanduan makanan. Menurut pria yang juga CEO dan pendiri Cliffside Malibu Treatment Center di Malibu, California, terdapat sebuah kemiripan antara orang-orang yang kecanduan obat-obatan dengan yang kecanduan makanan.

Richard memaparkan, ketika orang menggunakan heroin, otak mereka secara fisiologis menjadi ketergantungan. Dan ketika mereka tidak mendapatkannya, mereka tetap menginginkan hal itu, meskipun mereka mungkin tidak lagi seperti itu dan tahu narkoba ini buruk bagi mereka. Jika narkoba tersebut tidak diberikan cukup lama, pecandu mengalami gejala penarikan diri.

Dalam sebuah kajian mengenai kecanduan makanan yang dilakukan oleh Journal of Nutrition, menunjukkan banyak kesamaan antara heroin dan makanan. Pertama, narkoba dan makanan membuat kita merasa baik/nyaman dengan cara yang sama. Narkoba mengambil alih sebuah jalur di otak yang awalnya dibangun untuk makanan. Efek ‘melayang’ yang muncul akibat mengonsumsi narkoba telah mengambil alih sistem dalam otak. Dan keinginan yang begitu besar untuk memakai narkoba setara dengan versi ekstrim dari rasa lapar dan kepuasan yang didapat dari MAKAN!

Narkoba seperti kokain melepaskan dopamin di otak. Semakin lama menggunakannya, otak menjadi kurang sensitif sehingga membutuhkan kokain lebih banyak lagi untuk melepaskan dopamin. Proses pelepasan dopamin itu sama halnya seperti yang terjadi pada orang-orang obesitas. Makanan menciptakan pelepasan dopamin di otak, akan tetapi, orang-orang yang sudah kronis/makan berlebihan, membutuhkan lebih banyak lagi makanan untuk mendapatkan ‘good feeling’  seperti yang  dilepaskan oleh dopamin.

Ada titik kritis lain dalam definisi kecanduan narkoba, yaitu pecandu terus mendambakan substansi lama setelah mereka mencoba lalu menyukainya. Dengan makanan, sebagian besar orang yang kecanduan makanan, mereka juga mendambakan makanan-makanan yang mereka sukai dan terus-menerus seperti itu.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam kasus-kasus kecanduan adalah akibat yang ditimbulkan. Lalu apa akibatnya jika kecanduan makanan? Apakah sama halnya dengan kecanduan narkoba ataupun alkohol? Pertama, sudah jelas akan mengalami obesitas yang membuat tubuh menjadi tidak sehat. Kedua, untuk orang gemuk atau orang yang kecanduan makanan tapi ingin mengendalikan berat badan, mencari jalan tidak sehat seperti bulimia, yaitu makan sebanyak-banyaknya lalu selesai makan, dimuntahkan kembali. Lebih lanjut, seperti halnya narkoba, efeknya bisa berujung pada kematian. Individu yang kelebihan berat badan, atau obesitas, kemungkinan memenuhi kriteria klinis kecanduan makanan. Misal, berulangkali gagal untuk berhenti dan terus melakukan meskipun tahu betul konsekuensinya merugikan. Nah, jika Anda termasuk individu yang menginginkan makanan dan menyukainya secara berlebihan, demi mendapatkan rasa nyaman, maka sangat mungkin Anda kecanduan makanan.

Tulisan ini pernah dimuat saat penulis berkontribusi di Male.detik.com e-Magazine.

Leave a comment

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑